Halaqah

Dalam banyak kesempatan, saya mendengar banyak saudara-saudara saya mengeluhkan kondisi bangsa Indonesia yang jauh dari harapan. Pemerintah yang korup, berada di luar konsep daulah islamiyah, masyarakatnya suka anut grubyuk ra ngerti rembug (ikut melibatkan diri pada suatu perkara tanpa tahu duduk permasalahannya), susah untuk diajak disiplin, nggak suka ngantre, suka buang sampah sembarangan dan lain-lain. Keluhan-keluhan itu biasanya lancar diobrolkan, namun akan mendadak berhenti untuk berfikir keras jika muncul pertanyaan sekaligus tuntutan kepada sang pembicara. Pertama, bagaimana untuk memulai memperbaiki itu semua dan kedua, apa yang sudah atau akan anda lakukan?

Sejauh ini, saya bersepakat bahwa semua itu bisa diperbaiki bahkan dengan cara yang paling sederhana sekalipun sehingga “mestinya” bisa dilakukan oleh banyak orang terutama mereka yang bisa atau suka mengkritisi kondisi bangsanya/lingkungannya yang jauh dari harapan. Teori yang ndangkik-ndangkik (muluk-muluk, canggih, modern, sophisticated) boleh-boleh saja dan bahkan perlu diupayakan oleh para pakar. Namun jika dengan yang sederhana pun bisa dilakukan, kenapa harus menunggu yang tidak sederhana? Bukankah perubahan ke arah yang lebih baik harus segera dilakukan?

Cara sederhana itu bagi saya adalah, setiap kaum muslimin hendaknya memiliki halaqah (kelompok pertemuan) rutin sebagai wahana memperbaiki diri, keluarga dan masyarakat sekitar dari yang terdekat. Di dalamnya cukup dikembangkan empat kegiatan utama saja, yaitu 1) kegiatan menyehatkan ruhani dengan membaca Al-Qur’an dan komitmen menjalankan ibadah-ibadah wajib lainnya, 2) kegiatan mengkayakan akal pikirannya dengan mengkaji hukum-hukum agama tanpa memaksakan pendapat pribadi serta mengkaitkannya dengan persoalan-persoalan umat, 3) kegiatan sosial berupa kerja bakti atau bantuan-bantuan sosial lain, dan 4) menyehatkan raga dengan olahraga bersama.

Maka Insya Allah, dari halaqah itu akan dirasakan bahwa tiadalah persoalan hidup itu berat apabila dibahas dan dipecahkan bersama dengan saudara-saudaranya serta dengan tetap merujuk kepada solusi yang disediakan oleh Allah dan Rasul-Nya. Kitapun akan terhindar dari rutinitas hidup yang membosankan, hanya keluar pagi-pagi ke tempat kerja dan pulang malam ke rumah untuk tidur serta pagi-pagi berangkat kerja kembali(.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s